Jumat, 15 Juli 2016

Manusia dan Lingkungan


A.           Hakikat dan Makna Lingkungan bagi Manusia
Lingkungan adalah suatu sistem media dimana makhluk hidup tinggal, mencari, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan riil (Elly M. Setiadi, 2006). Menurut Pasal 1 Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Makhluk Hidup, dinyatakan bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
Komponen lingkungan terdiri dari faktor abiotik (tanah, air, udara, cuaca, dan suhu) dan faktor biotik (tumbuhan, hewan, dan manusia). Lingkungan bisa terdiri atas lingkungan alami dan lingkungan buatan. Lingkungan alami adalah keadaan yang diciptakan Tuhan untuk manusia. Jenis lingkungan alami antara lain air, tanah, pohon, udara, sungai dan lain-lain. Lingkungan buatan adalah lingkungan yang dibuat oleh manusia, seperti jembatan, jalan, bangungan rumah, taman kota dan lain-lain. Ada pula lingkungan alami tetapi sudah merupakan hasil peradaban manusia. Artinya, Lingkungan alami tersebut sudah mendapat sentuhan tangan manusia. Contohnya, persawahan yang berundak-undak, pegunugnan di California AS yang dipahat menjadi beberapa tokoh presiden.
Lingkungan dapat pula berbentuk lingkungan fisik dan nonfisik. Lingkungan alami dan buatan adalah lingkungan fisik. Sedangkan lingkungan nonfisik adalah lingkungan sosial budaya dimana manusia itu berada. Lingkungan sosial adalah wilayah tempat berlangsungnya berbagai kegiatan, yaitu interaksi sosial antara berbagai kelompok berserta pranatanya dengan simbol dan nilai, serta terkait dengan ekosistem dan tata ruang.
Lingkungan amat penting bagi kehidupan manusia. Segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia, karena lingkungan memiliki daya dukung, yaitu kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Arti penting lingkungan bagi manusia adalah sebagai berikut :
1.    Lingkungan merupakan tempat hidup manusia. Manusia hidup, berada, tumbuh, dan berkembang diatas bumi sebagai lingkungan.
2.    Lingkungan memberi sumber-sumber penghidupan manusia.
3.    Lingkungan memengaruhi sifat, karakter, dan perilaku manusia yang mendiaminya.
4.    Lingkungan memberi tantangan bagi kemajuan peradaban manusia.
5.    Manusia memperbaiki, mengubah, bahkan menciptakan lingkungan untuk kebutuhan dan kebahagiaan hidup.

B.            Kualitas Lingkungan dan Penduduk terhadap Kesejahteraan
1.    Hubungan Lingkungan dengan Kesejahteraan
Lingkungan memberikan makna atau arti penting bagi manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Lingkungan dapat memberikan sumber kehidupan agar manusia dapat hidup sejahtera. Lingkungan hidup menjadi sumber dan penunjang hidup. Dengan demikian, lingkungan mampu memberikan kesejahteraan dalam hidup manusia.
Untuk menciptakan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, diperlukan pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup. Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup. Sedangkan pelestarian lingkungan hidup mencakup dua aspek, yaitu :
1)   Pelestarian daya dukung lingkungan hidup, merupakan rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap perubahan dan/atau dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan agar tetap mampu mendukung perkehidupan manusia dan makhluk hidup lain.
2)   Pelestarian daya tampung lingkungan hidup, yaitu rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang dibuang ke dalamnya.
Hakikat pengelolaan lingkungan hidup oleh manusia adalah bagaimana manusia melakukan berbagai upaya agar kualitas manusia meningkat sementara kualitas lingkungan hidup juga semakin baik. Lingkungan yang berkualitas pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi manusia, untuk meningkatkan kesejahteraan.
Pengelolaan lingkungan yang berhasil akan memberi manfaat atau nilai manusia. Manfaat atau nilai tersebut antara lain :
1)   Nilai ekonomi, yaitu menambah penghasilan dari hasil alam, menambah devisa, memperluas lapangan kerja, dan lain-lain.
2)   Nilai mental spiritual, yaitu lingkungan bisa menambah rasa estetika, rasa keagungan dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
3)   Nilai ilmiah, yaitu lingkungan bisa dijadikan objek penelitian, pengembangan sains, budi daya tanaman, dan penelitian ekologi.
4)   Nilai budaya adalah bahwa lingkungan yang khas akan memberi kembanggaan tersendiri bagi warganya. Misalnya kita bangsa Indonesia dikenal sebagai zamrud khatulistiwa.

2.    Hubungan Penduduk dengan Lingkungan dan Kesejahteraan
Penduduk pada dasarnya adalah orang-orang yang tinggal di suatu tempat yang secara bersama-sama menyelenggararakan kehidupannya. Penduduk negara adalah orang-orang yang bertempat tinggal di suatu wilyah negara, tunduk pada kekuasaan politik negara dan menjalani kehidupannya di bawah tata aturan negara yang bersangkutan.
Hal yang berkaitan dengan penduduk negara meliputi :
1.    Aspek kualitas penduduk, mencakup tingkat pendidikan, keterampilan, etos kerja, dan kepribadian.
2.    Aspek kuantitas penduduk yang mencakup jumlah penduduk, pertumbuhan, persebaran, perataan, dan perimbangan.
Pertumbuhan penduduk akan selalu berkaitan dengan masalah lingkungan hidup. Lingkungan hidup bisa berdampak positif dan negatif bagi kesejahteraan penduduk.
Perubahan positif akibat kegiatan manusia terhadap lingkungan, misalnya dengan pembangunan jalan-jalan raya yang bisa menghubungkan daerah-daerah yang sebelumnya terisolir, pembuatan saluran air, taman kota, dan penghijauan. Perubahan yang positif dari lingkungan tersebut tentu saja dapat memberikan keuntungan dan sumber kesejahteraan bagi penduduk.
Perubahan lingkungan sebagai akibat tindakan manusia tidak jarang memberikan dampak negatif, yaitu kerusakan lingkungan hidup. Kerusakan lingkungan hidup merupakan problema besar yang dialami manusia sekarang ini. Bahkan, isu tentang lingkunan merupakan satu dari tiga isu global dewasa ini, yaitu tentang HAM, demokrasi, dan lingkungan.
Beberapa problema lingkungan hidup dewasa ini antara lain :
1)   Pencemaran (polusi) lingkungan.
2)   Masalah kehutanan seperti penggundulan hutan.
3)   Erosi dan banjir.
4)   Tanah longsor, kekeringan, dan abrasi pantai.
5)   Menipisnya lapisan ozon dan efek rumah kaca.
6)   Penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang buruk, seperti gatal-gatal, batuk, infeksi saluran pernapasan, diare dan tipes.
Di Indonesia, berhasil diidentifikasi berbagai kerusakan sumber daya alam dan lingkungan hidup (RPJMN 2004-2009). Beberapa masalah tersebut antara lain sebagai berikut :
a)    Terus menurunnya kondisi hutan Indonesia
b)   Kerusakan DAS (Daerah Aliran Sungai)
c)    Habitat ekosistem pesisir dan laut semakin rusak
d)   Citra pertambangan yang merusak lingkungan
e)    Tingginya ancaman terhadap keanekaragaman hayati
f)    Pencemaran air semakin meningkat
g)   Kualitas udara semakin menurun, khususnya di kota-kota besar
Kerusakan lingkungan hidup memberi efek yang besar bagi kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan pada hakikatnya adalah menciptakan keseimbangan hubungan antara manusia dengan lingkungan itu sendiri.

C.           Problematika Sosial Budaya yang Dihadapi Masyarakat
Lingkungan sosial adalah wilayah tempat berlangsungnya berbagai kegiatan dan interaksi sosial antar berbagai kelompok dan pranatanya. Manusia hidup berkaitan dengan lingkungan, baik lingkungan fisik (alam dan buatan) maupun lingkungan sosial.
1.    Interaksi dalam Lingkungan Sosial
Interaksi sosial terjadi antara seseorang dengan orang lain, antara seseorang dengan kelompok sosial, antara kelompok sosial dengan kelompok sosial lainnya. Interaksi sosial dapat terjadi apabila ada kontak sosial dan komunikasi.
Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa :
a)    kerja sama, yaitu segala bentuk usaha guna mencapai tujuan yang sama,
b)   akomodasi, yaitu bentuk interaksi sosial yang dapat ditinjau dari dua arti. Pertama akomodasi sebagai keadaan menunjukkan kenyataan adanya keseimbangan dalam interaksi sosial. Kedua akomodasi sebagai proses menunjukkan pada usaha manusia untuk meredakan pertentangan, yaitu usaha mencapai kestabilan,
c)    persaingan, merupakan proses sosial dimana seseorang atau kelompok sosial bersaing memperebutkan nilai atau keuntungan dalam kehidupan,
d)   pertikaian, merupakan interaksi sosial dimana seseorang atau kelompok sosial berusaha memenuhi kebutuhannya dengan jalan menentang lawannya dengan ancaman atau kekerasan.
2.    Pranata dalam Lingkungan Sosial
Pranata sosial (dalam bahasa Inggris istilahnya institution) menunjuk pada sistem pola-pola resmi yang dianut suatu Warga masyarakat dalam berinteraksi (Koentjaraningrat. 1996). Pranata adalah suatu sistem norma khusus yang menata rangkaian tindakan berpola mantap guna memenuhi keperluan yang khusus dalam kehidupan masyarakat. Sistem norma yang dimaksudkan sebagai sistem aturan-aturan, artinya perilaku itu berdasarkan pada aturan-aturan yang telah ditetapkan. Contohnya, permainan silat yang diperagakan anak-anak sekolah yang sedang istirahat dan pertandingan silat dalam suatu kejuaraan. Contoh pertama merupakan pranata karena berlangsung dalam situasi tidak resmi dan tidak adanya aturan baku yang ditetapkan, sedangkan contoh kedua merupakan pranata, sebab berlangsung dalam situasi resmi dengan mendasarkan pada aturan pertandingan silat yang telah ditetapkan.
Kehidupan masyarakat memiliki beragam pranata. Makin besar dan kompleks kehidupan masyarakat makin banyak jumlah pranata yang ada. Beberapa ragam pranata berdasarkan fungsinya (Koentjaraningrat, 1996) :
a.    Pranata-pranata untuk memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan. Misalnya, perkawinan, pengasuhan anak, pergaulan antarkerabat, dan sistem istilah kekerabatan.
b.    Pranata-pranata ekonomi, antara lain p[ertanian, peternakan,barter, industri, dan perbankan.
c.    Pranata-pranata pendidikan, misalnya model pendidikan, jenjang pendidikan, pers, pemberantasan buta aksara, dan perpustakaan.
d.   Pranata-pranata ilmiah, antara lain metodelogi ilmiah, penelitian, dan pengukuran.
e.    Pranata-pranata keagamaan sebagai kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan atau alam gaib. Misalnya, upacara, semedi, bertapa, penyiaran agama, dan ilmu gaib.
f.     Pranata-pranata untuk menjaga dan mengatur kekuasaan di masyarakat, seperti kepolisian, kehakiman, pemerintahan, demokrasi, tentara, dan lain-lain.
g.    Pranata-pranata untuik memenuhi kebutuhan akan keindahan dan seni, seperti olahraga, berbagai kesenian, dan kesusastraan.
h.    Pranata-pranata untuk memenuhi kebutuhan akan kenyamanan hidup, seperti pemeliharaan kecantikan, kebugaran, kesehatan, dan kedokteran.
3.    Problema dalam Kehidupan Sosial
Problema sosial merupakan persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang abnormal, amoral, berlawanan dengan hukum, dan bersifat merusak. Problema sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral yang menyimpang sehingga perlu diteliti, ditelaah, diperbaiki, bahkan mungkin untuk dihilangkan.
Problema-problema muncul dari kekurangan dalam diri manusia atau kelompok manusia yang bersumber dari faktor ekonomi, biologis, bioopsikologis, dan kebudayaan.
Berdasarkan faktor-faktor penyebabnya, maka problema sosial dapat diklasifikasikan sebagai berikut (Soerjono Soekanto, 1982).
1.    Problema sosial karena faktor ekonomi, seperti kemiskinan, kelaparan, dan pengangguran.
2.    Problema sosial karena faktor biologis, seperti wabah penyakit.
3.    Problema sosial karena faktor psikologis, seperti bunuh diri, sakit jiwa, dan disorganisasi.
4.    Problema sosial karena faktor kebudayaan, seperti perceraian, kejahatan, kenakalan anak, konflik ras, dan konflik keagamaan.
Ukuran atau kriteria untuk menentukan suatu permasalahan dikatakan problema sosial atau tidak (Soerjono Soekanto, 1982), yaitu :
a.    Kriteria utama untuk menentukan suatu problema sosial adalah tidak adanya persesuaianantara ukuran atau nilai-nilai sosial dengan kenyataan serta tindakan sosial yang trerjadi. Unsur utama dan pokok dari problema sosial adalah adanya perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai atau ukuran dengan kondisi nyata dari kehidupan. Adanya kesenjangan antara anggapan masyarakat tentang apa yang terjadi.
b.    Sumber-sumber sosial dari problema sosial
Sebab dari problema sosial haruslah bersifat sosial. Berdasarkan hal ini maka kejadian-kejadian menyimpan (abnormal) yang tidak bersumber dari perbuatan manusia bukanlah merupakan problema sosial.
c.    Pihak-pihak yang menetapkan apakah suatu kepincangan merupakan problem sosial
d.   Manifest social problems dari latent social problems.
Perlu dibedakan antara manifest social problems merupakan problema sosial yang timbul sebagai akibat terjadinya kepincangan dalam masyarakat karena tidak sesuainya tindakan dengan norma atau nilai di masyarakat.
e.    Perhatian masyarakat terhadap problema sosial.
Suatu kejadian yang merupakan problema sosial belum tentu mendapat perhatian masyarakat. Sebaliknya, hal yang yang mendapat perhatian masyarakat belum tentu merupakan problema sosial. Selain itu perlu diperhatikan bahwa semakin jauh jarak sosial antara korban dari problema sosial itu dengan orang-orang yang mengetahui hal itu, semakin kecil simpati semakin kecil pula perhatian yang timbul.

D.           Isu-Isu Penting Persoalan Lintas Budaya Dan Bangsa
Isu-isu penting yang menjadi persoalan lintas budaya dan bangsa pada umumnya merupakan isu global yang menjadi keprihatinan umat manusia sedunia. Merupakan isu global karena persoalan ini tidak hanya dihadapi umat manusia dalam suatu negara tertentu, tetapi melanda ke berbagai belahan dunia.
1.    Isu Tentang Lingkungan
a.    Kekurangan Pangan
Pangan merupakan komoditi penting dan strategis, mengingat pangan adalah kebutuhan pokok manusia yang hakiki. Kebutuhan pangan di setiap permukiman perlu tersedia dalam jumlah yang cukup, mutu yang layak, aman dikonsumsi, dan dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat. Problema kekurangan pangan masih saja menghantui umat manusia, kendati tingkat pertumbuhan ekonomi dunia meningka. Hal ini disebabkan pertumbuhan penduduk dunia yang cepat tidak seimbang dengan produksi pangan.
b.   Kekurangan Sumber Air Bersih
Ketersediaan sumber air bersih merupakan keharusan bagi penduduk di suatu wilayah. Sumber-sumber air bersih bisa didapatkan dari mata air, atau sungai yang telah dilakukan proses penyulingan.
Berdasarkan laporan resmi WHO, disebutkan bahwa setiap tahun lebih dari 1,6 juta orang meninggal dunia karena rendahnya akses terhadap air bersih dan sanitasi.
Kurangnya ketersediaan air bersih berarti telah terjadi kelangkaan air sebagai sumber kehidupan dan menyebabkan orang terpaksa bergantung pada sumber air yang mungkin tidak aman. Tidak adanya persediaan air bersih juga dapat memicu timbulnya berbagai penyakit, seperti kolera, tifus, malaria, penyakit lain yang menular.
c.    Polusi dan Pencemaran
Polusi atau pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.
Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu :
1)   Pencemaran udara, dapat berupa gas dan partikel. Contohnya gas CO,  dan batu bara.
2)   Pencemaran air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar, antara lain pembuangan limbah industri, sisa insektisida dan pembuangan sampah domestik, sampah organik dan fosfat.
3)   Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemar seperti sampah-sampah plastik yang sukar hancur, botol, dan zat kimia dari buangan pertanian misalnya insektisida.
Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, radio, tape recorder yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran.
Salah satu penyebab polusi udara di Indonesia saat ini adalah seringnya terjadi kebakaran hutan. Dampak buruk kebakaran hutan yaitu polusi udara, ancaman penyakit ISPA dan berdampak bagi masyarakat.
d.   Perubahan Iklim
Sumber energi fosil (minyak bumi,batu bara, dan gas alam) yang dihasilkan oleh banyak pembangkit energi mengakibatkan terjadinya pencemaran udara. Hal ini karena pembangkit tersebut mengeluarkan gas dan zat-zat pencemar, seperti gas sulfurdioksida dan gas-gas rumah kaca, seperti karbon dioksida. Banyak penelitian menyebutkan bahwa gas-gas rumah kaca telah memicu terjadinya pemanasan global akibat adanya efek rumah kaca.
Pemanasan global telah memicu terjadinya perubahan iklim (climate change). Perubahan iklim mengakibatkan adanya perubahan-perubahan yang tidak terkirakan sebelumnya, seperti peningkatan suhu, melelehnya gunung es, permukaan air laut naik, banyaknya banjir dan badai, serta musim panas yang semakin panjang. Perubahan-perubahan iklim yang ekstrem ini dapat mengancam kehidupan manusia di Bumi. Ancaman tersebut antara lain :
1.      Panasnya suhu menimbulkan makin banyaknya wabah penyakit endemik seperti demam berdarah,malaria dan diare.
2.      Wilayah-wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil terancam tenggelam oleh naiknya air laut.
3.      Maraknya banjir dan badai topan yang sewaktu-waktu melanda pemukiman manusia.
4.      Berkurangnya ketersediaan air bersih karena kekeringan dalam jangka waktu lama.
5.      Kegagalan panen karena cuaca yang tidak mendukung.

2.    Isu Tentang Kemanusiaan
a.    Kemiskinan
Kemiskinan merupakan masalah global yang sering dihubungkan dengan kebutuhan, kesulitan, dan kekurangan di berbagai keadaan hidup.
b. Konflik atau Perang
Konflik berasal dari bahasa latin, yaitu configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan dan sebagainya. Selain itu, konflik juga dapat disebabkan oleh perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda serta perbedaan kepentingan antarindividu atau kelompok.
c.  Wabah Penyakit
Wabah adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata, melebihi dari keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka. Sumber penyakit dari manusia, hewan, tumbuhan, dan benda-benda yang mengandung dan/atau tercemar bibit penyakit, serta yang dapat menimbulkan wabah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar