Jumat, 15 Juli 2016

Pentingnya Pendidikan Karakter dan Peran Guru dalam Pendidikan Karakter


URGENSI PENDIDIKAN KARAKTER
http://www.ilmugrafis.info/gallery/gal12/pendidikan-berkarakter_Cover-Lomba-SIA-2013L.jpg
Tidak ada yang menyangkal bahwa karakter merupakan aspek yang penting untuk kesuksesan manusia di masa depan. Mengingat saat ini merupakan era hiperkompetitif yang menuntut Indonesia untuk menciptakan generasi yang memiliki karakter yang kuat sehingga mampu bersaing di dunia internasional dan mampu mengantarkan Indonesia ke masa depan yang cerah. Jika karakter bangsa Indonesia lemah, maka Indonesia hanya akan menjadi bulan-bulanan atau dianggap remeh oleh negara-negara maju dan negara Indonesia hanya akan semakin tertindas. Faktor lainnya yang menjadikan pendidikan karakter sangat penting untuk diterapkan yaitu adanya problema yang cukup menghawatirkan sedang dialami bangsa Indonesia saat ini khususnya problema yang menimpa para generasi penerus bangsa seperti yang telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya.

Pendekatan Inkuiri dalam Pembelajaran IPS



Menurut pandangan konstruktivisme, dalam proses pembelajaran guru harus memfasilitasi peserta didik untuk membangun sendiri konsep-konsep baru berdasarkan konsep lama yang telah dimiliki. Inkuiri-discovery-problem solving adalah istilah-istilah yang sesungguhnya mengandung arti sejiwa, yaitu istilah yang menunjukkan kegiatan atau cara belajar yang bersifat mencari secara logis, kritis, analitis, menuju suatu kesimpulan yang meyakinkan.

Pendekatan Pembelajaran Tematik Integratif pada Kurikulum 2013



Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang  mengintegrasikan berbagai kompetensi dari beberapa mata pelajaran ke dalam sebuah tema. Tujuan dari adanya tema ini bukan hanya untuk menguasai konsep-konsep dalam suatu mata pelajaran akan tetapi juga keterkaitannya dengan konsep dari mata pelajaran lain. Sehingga setelah mengikuti pembelajaran yang  dilaksanakan berdasarkan tema tersebut anak akan menguasai kompetensi dari masing - masing mata pelajaran yang diintegrasikan.  Pembelajaran tematik juga dapat diartikan sebagai pola pembelajaran mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, kemahiran, nilai dan sikap pembelajaran dengan menggunakan tema.
Dalam Kurikulum 2013, pengintegrasian beberapa mata pelajaran tersebut didasari oleh dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan. Dalam pembelajaran tematik integratif, tema yang dipilih berkenaan dengan alam dan kehidupan manusia.

Upaya Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari




MAKNA SEBENARNYA PANCASILA
Pancasila memberikan corak yang khas kepada bangsa Indonesia dan tak dapat dipisahkan dari bangsa Indonesia serta merupakan ciri khas yaitu membedakan bangsa Indonesia dari bangsa lain. Terdapat kemungkinan, bahwa tiap-tiap sila secara terlepas dari yagn lain, bersifat universal yang juga dimiliki bangsa-bangsa lain di dunia ini, akan tetapi ke-5 sila yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisah pula itulah yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Kenyataan sehar-hari yang kita lihat dalam masyarakat bangsa Indonesia antara lain :
1.    Bangsa Indonesia sejak dahulu sebagai bangsa yang religius, percaya akan adanya zat yang maha kuasa dan mempunyai keyakinan yang penuh, bahwa segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini akan ciptaan Tuhan. Dalam sejarah nenek moyang, kita ketahui bahwa kepercayaan kepada Tuhan itu dimulai dari bentuk dinamisme (serba tenaga), lalu animisme (serba arwah), kemudian menjadi politeisme (serba dewa) dan akhirnya menjadi monoteisme (kepercayaan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa) sisanya dalam bentuk peninggalan tempat-tempat pemujaan dan peribadatan upacara-upacara ritual keagamaan.

Manusia dan Lingkungan


A.           Hakikat dan Makna Lingkungan bagi Manusia
Lingkungan adalah suatu sistem media dimana makhluk hidup tinggal, mencari, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan riil (Elly M. Setiadi, 2006). Menurut Pasal 1 Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Makhluk Hidup, dinyatakan bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.